Rabu, 24 April 2013

PEMANDIAN ALAM PATEMON TANGGUL JEMBER



BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia merupakan mahluk hidup yang dituntut untuk bekerja dan berusaha keras dalam memenuhi barbagai macam kebutuhannya. Untuk memenihi kebutuhannya tersebut, setiap individu memiliki berbagai cara berbeda, baik menjadi pegawai, atau berbisnis. Berbagai kegiatan tersebut, hanya mampu memenuhi kebutuhan jasmani saja. Padahal, manusia memiliki kebutuhan lain yang tidak kalah penting, yaitu kebutuhan rohani, hal tersebut berrkaitan dengan kepuasan batin dan jiwa.
Wisata atau rekreasi merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Wisata atau rekreasi berdasarkan waktunya merupakan aktifitas pengisi waktu luang. Wisata dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya piknik dan melakukan aktifitas menghibur, ataupun beraktifitas ditempat rekeasi, yang disebut dengan taman rekreasi atau taman wisata, salah satu taman wisata yang yang dapat memungkinkan untuk melakukan kegiatan tersebut adalah taman wisata pemandian patemon di kecamatan tanggul kabupaten jember.

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi taman wisata patemon beserta kekurangan dan kelebihannya?
2. Potensi apa yang dimiliki oleh taman wisata pemandian alam patemon tersebut?

1.3 Tujuan
          Mengenal dan mempelajari kelebihan, kekuranagan serta potensi yang dimiliki oleh taman wisata patemon.
BAB 2. LANDASAN TEORI
Pengertian taman secara umum adalah sebuah areal yang mempunyai ruang dalam berbagai kondisi. Kondisi yang dimaksud diantaranya lokasi atau luasan, iklim dan kondisi khusus lainnya seperti tujuan serta fungsi spesifik dari pembangunan taman. Pembangunan suatu taman pada dasarnya menempatkan tanaman sebagai bahan utama penyusun taman. Karena dalam kaitannya dengan perancangan lansekap, tata hijau atau planting design merupakan satu hal pokok yang menjadi dasar dalam pembentukan ruang luar (Najoan, 2011).
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, wisata adalah bepergian bersama-sama untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dsb. Sedangkan wisata itu sendiri adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata. Sarana wisata adalah sarana sosial ekonomi, yang untuk seluruhnya atau sebagian menghasilkan jasa atau barang yang digunakan wisatawan (Indah, 2012).
Bentuk-bentuk taman wisata atau rekreasi antara lain yaitu :
1.    Sebagai tempat pelestarian flora dan fauna.
2.    Tempat menjaga jagar budaya.
3.    Taman wisata mempunyai fungsi kesehatan, hal tersebut dikarenakan adanya pepohonan sebagai paru-paru  yang menjadi produsen oksigen.
4.     Taman wisata mempunyai fungsi ekologis, yaitu sebagai penjaga kualitas lingkungan.
5.    Tempat berolah raga dan rekreasi yang mempunyai nilai sosial, ekonomi, dan edukatif (Atmojo, 2007).
          Taman rekreasi dan wisata dapat tersusun dari berbagai komponen, disebut komponen karena saling keterkaitan dan berpengaruh satu sama lain, dan secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu keras dan lunak. Komponen keras yaitu tampilan penyusun taman yang bersifat keras dan umumnya merupakan benda mati. Sementara, komponen lunak yaitu segala hal sebagai penyusun taman yang bersifat lunak, misalnya mahluk hidup, baik berupa tanaman maupun hewan. Namun, dari porsinya, tanaman sangat mendominasi sebagai elemen lunak penyusun taman (Sarmianto, 2010).
Taman yang baik adalah taman yang di desian dengan kriteria dapat berfungsi secara estetis, hidrologis, klimatologis, protektif maupun sosial budaya. Untuk dapat menbuat desain taman kampus yang ideal, beberapa hal berikut perlu diperhatikan :
a.    Penataan dan komposisi yang tepat dari berbagai jenis vegetasi.
b.    Persyaratan klasifikasi ekologi dan klasifikasi fisik dalam pemilihan jenis.
c.    Oksigenasi dan sirkulasi angin untuk perbaikan udara.
d.    Kombinasi struktur dedaunan.
e.    Penataan dan komposisi dari hard material (Hastuti, 2011).


BAB 3. PEMBAHASAN
Description: D:\IMAGE\Gambar\patemon\pat1.jpgDescription: G:\patemon\Patemon _ Jember Ajib_files\pat2.jpg          Objek wisata Pemandian Patemon merupakan salah satu dari berbagai obyek wisata pemandian yang ada di kabupaten jember. Objek wisata Pemandian Patemon merupakan Pemandian yang berada di wilayah Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Objek wisata Pemandian Patemon merupakan tempat pemandian yang di bangun pada masa penjajahan Belanda dan Air dari pemandian Patemon ini berasal dari mata air lereng Pegunungan Argopuro.
          Foto kondisi obyek wisata pemandian patemon
Description: D:\IMAGE\Gambar\patemon\DSC01206.JPGDescription: D:\IMAGE\Gambar\patemon\DSC01128.JPG          Lokasi Pemandian Patemon ini sekitar 2 km arah Utara Kota Tanggul atau sekitar 30 km arah barat pusat kota jember,dengan luas areal 4,5 Ha, berada pada ketinggian ± 500 m/dpl dengan suhu udara antara 28 – 3400C.
Description: D:\IMAGE\Gambar\patemon\DSC01157.JPGText Box: lokasiGambar lokasi obyek wisata pemandian patemon
Description: D:\IMAGE\Gambar\patemon\DSC01194.JPGDescription: G:\patemon\Patemon _ Jember Ajib_files\pat4.jpgDescription: D:\IMAGE\Gambar\patemon\DSC01159.JPG          Objek wisata Pemandian Patemon merupakan salah satu pemandian yang paling terkenal di Kabupaten Jember bagian barat, khususnya didaerah kecamatan Kencong, Tanggul, Gumukmas, Umbulsari dan Bangsalsari. Bahkan Objek wisata Pemandian Patemon ini juga menjadi sasaran wisata bagi wisatawan luas kota umumnya warga Lumajang misal daerah yosowilangun dan sekitarnya. Selain itu Objek wisata Pemandian Patemon ini juga memiliki kelebihan dan ciri khas tertentu.
Description: D:\IMAGE\Gambar\patemon\DSC01141.JPGDescription: D:\IMAGE\Gambar\patemon\DSC01119.JPGDescription: D:\IMAGE\Gambar\patemon\DSC01193.JPGGambar dokumentasi beberapa kelebihan wisata Pemandian Patemon
          Kelebihan yang dimiliki oleh Objek wisata Pemandian Patemon antara lain yaitu :
1.    Fasilitas yang menjangkau segala umur. Harga tiket masuk yang relatif murah mengingat keindahan yang dimiliki.
2.    Kondisi vegetasi masih terjaga, karena pepohonan sekeliling masing asri, sehingga resiko terjadinya longsor relative rendah dan tidak pernak terjadi.
3.    Sumber air langsung dari mata air dan segar bagi tubuh.
4.    Resapan air sangat baik, hal tersebut dikarenakan sebagian besar masih tanah terbuka dan jalan terbuat dari paving.
5.    Kondisi lingkungan yang sejuk karena berada di ketinggian 500 mdpl dengan suhu maksimal 3500C.
6.    Kondisi areal yang sebagian besar ternaungi sehingga teduh dan sejuk.
7.    Saluran drainase yang ideal, dikarenakan jarang terjadi penumpukan air pada saluaran drainase karena langsung meresap.
          Keunggulan lain dari taman wisata ini adalah adanya fasilitas lain seperti becak air, kolam pancing, water boom, arena bermain anak, dan kolam renang segala umur dengan berbagai tingkatan. Objek wisata Pemandian Patemon ini memiliki ciri khas lain, yaitu kondisi kesejukan lokasi yang unik karena terletak di daerah pegunungan dan mata air yang mengalir di pemandian Patemon tersebut adalah air yang berasal dari sumber mata air pegunungan jadi airnya sangat dingin dan segar. Pemandian  ini juga masih tampak alami dan udaranya segar sehingga sangat cocok sebagai tempat olah raga atau rekreasi. Kebanyakan kedatangan wisatawan ke objek wisata ini adalah disamping untuk menyegarkan badan juga untuk bernostalgia.
Description: D:\IMAGE\Gambar\patemon\DSC01163.JPGDescription: D:\IMAGE\Gambar\patemon\DSC01140.JPG          Kekurangan yang terdapat pada Objek wisata Pemandian Patemon ini beragam, mulai dari kurangnya peremajaan, kurangnya perawatan dan penurunan tingkat kesejukan akibat berkurangnya beberapa tanaman tertentu.
Description: D:\IMAGE\Gambar\patemon\DSC01190.JPG
Gambar dokumentasi beberapa kekurangan wisata Pemandian Patemon
          Kekurangan Objek wisata Pemandian Patemon yang paling menonjol antara lain yaitu :
1.    Adanya pedagang di dalam Objek wisata Pemandian Patemon yang tidak tertata, atau tidak dibuat lokasi khusus sehingga mengurangi keindahan obyek wisata tersebut.
2.    Adanya onmun yang tidak bertanggung jawab, misalnya mencuci disaluran drainase sehingga mencemari air, akibatnya ikan kercunan.
3.    Beberapa fasilitas tidak direwat, sehingga tidak memuaskan, misal wahana bermain yang tidak dicat, kolam pancing yang tidak ditambah populasi ikannya, kamar mandi antri(sedikit).
4.    Beberapa lokasi tidak dirawat dan sehingga terjadi becek apabila hujan dan menjadikan area tersebut licin.
5.    Tidak ada hiburan pendukung untuk menarik pengunjung, misal adanya souvenir, pusat oleh-oleh.
          Potensi yang dimiliki oleh Objek wisata Pemandian Patemon ini antara lain yaitu :
1.    Menjadi salah satu bentukl teknologi konservasi tanah dan air untuk menjaga dan melindungi dari longsor.
2.    Kondisi suhu dan tanah yang cocok untuk menjadi lokasi pertanian yang unik misal sayuran dan buah, sehingga dapat memciptakan pasar buah dan menarik pengunjung.
3.    Kondisi alam sekitar yang menarik memungkinkan untuk memunculkan wahana baru, misal flying fox, ATV dan wahana lain.
4.    Memungkinkan untuk melakukan atau menambahkan unsur wisata agro, misal menambah kebun jeruk, sayuran hidroponik, dan tanaman hias.






BAB 4. KESIMPULAN
          Dari observasi yang dilakukan terhadap Objek wisata Pemandian Patemon yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan bahwa :
1.    Letak kekuranagan dari Objek wisata Pemandian Patemon pada dasarnya terletak pada perawatan dan tidak adanya pengaturan pedagang dan pengawasan terhadap pelanggaran.
2.    Objek wisata Pemandian Patemon memiliki kondisi suhu dan lingkunagn yang mendukung, serta vegetasi yang masih asri dengan didukung oleh manajemen saluran air yang ideal.
3.    Lingkungan Objek wisata Pemandian Patemon memungkinkan untuk dikembangkan beberapa sektor pertanaman atau membentuk taman agro.

DAFTAR PUSTAKA
Afriani. 2011. Taman Kampus UIN. http//www.uinjkt.ac.id. Diakses pada tanggal 13 maret 2013

Akbar, Roos. 2010. Manajemen Taman Milik Pemerintah Kota Bandung Berbasiskan Pendekatan Manajemen Aset. Teknik Sipil 17(3): 171-180.

Hakim. Utomo. 2008. Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap. Bumi Aksara. Jakarta.

Hastuti, Elis. 2011. Kajian Perencanaan Ruang Terbuka Hijau (Rth) Perumahan Sebagai Bahan Revisi Sni 03-1733-2004. Standardisasi 13(1): 35 – 44.

Lizzy. 2012.http://leumburkuring.wordpress.com/2012/05/06/4-drainase/. Diakses pada tanggal 31 Maret 2013.

Indah. 2012. Pengertian Dan Definisi Wisata. http :// indahf.bolgspot.com /Pengertian definisi _wisata_ info2178.html. diakses pada tanggal 11 april 2013.

Najoan, Jemmy. 2011. Evaluasi Penggunaan Tanaman Lansekap Di Taman Kesatuan Bangsa (Tkb) Pusat Kota Manado. Sabua  3(1): 9-18.

Sarmianto.2010. Taman RumahTinggal. http://www. Lintasberita .com/Fun/Humor-Hiburan/ Taman_Rumah _Tinggal. Diakses pada tanggal 28 februari 2013.

Yunika, Tara. 2012. http://tarayunika.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 31 Maret 2013.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar