Minggu, 07 Juli 2013

alat-alat gelas dolaboratorium




ALAT- ALAT GELAS


1.1  Latar Belakang
            Di zaman yang modern perkembangan dibidang penelitian sangat pesat, hal tersebut tentunya didukung oleh alat-alat serta teknologi yang telah tercipta khususnya peralatan dalam bidang pertanian (alat gelas, alat optic, dan alat berat pertanian). Salah satu peralatan pertanian termasuk peralatan laboratorium, pengenalan alat-alat laboratorium dilakukan untuk kepentingan keselamatan kerja saat melakukan penelitian. Alat-alat laboratorium (khususnya alat gelas) biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan prosedur. Dengan adanya pengenalan terhadap peralatan laboratorium ini dapat mengurangi kesalahan prosedur pemakaian. Selain itu dapat juga sebagai dasar bagi kita apabila kita nantinya melakukan penelitian sehingga hasil / data yang kita dapatkan benar dan tidak ada kesalahan.
Peralatan laboratorium merupakan peralatan yang biasanya digunakan dalam keadaan steril. Steril adalah suatu keadaan yang bersih dan bebas dari mikrobia yang dapat mengakibatkan gagalnya dari suatu eksperimen. Untuk mengkondisikan suatu alat laboratorium dalam keadaan steril, biasanya dilakukan sterilisasi. Sterilisasi adalah suatu usaha untuk membebaskan bahan-bahan dari mikrobia yang tidak diinginkan. Tujuan  pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium (alat gelas) adalah agar dapat mengetahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, Sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisir sedikit mungkin. Hal ini penting supaya saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula. Data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang.
            Pengenalan alat-alat laboratorium (alat gelas) yaitu bertujuan untuk mengenalkan macam dan jenis dari peralatan yang terdapat dalam laboratorium, penggunaannya serta cara sterilisasinya. Pengenalan peralatan praktikum yang berbahan dari gelas tersebut sangat harus hari- hati dalam menggunakannya dan dalam menggunakan alat gelas harus dalam keadaan steril. Beberapa alat dalam laboratorium yang sering digunakan dalam suatu penelitian memiliki tingkat kekuatan yang berbeda antara lain ialah : ada alat yang mudah pecah dalam pemanasan dan ada pula yang tidak mudah pecah dalam pemanasan, ada alat yang memiliki skala pengukuran yang besar dan ada yang memiliki skla pengukuran yang kecil, hal-hal tersebut sangatlah perlu diketahui karena berpengaruh sangat besar dalam perolehan hasil ahir suatu penelitian. Beberapa kejadian yang fatal yang sering kali terjadi dan mengakibatkan suatu penelitian kurang optimal atau bahkan gagal antara lain yaitu seorang peneliti kurang memahami karakteristik dan fungsi yang tepat tentang alat yang digunakan dalam langkah kerja suatu penelitian yang dilakukan.

1.2  Rumusan Masalah
1. Apa macam- macam alat gelas
2. Bagaimana cara penggunaan dan fungsi alat gelas
3. Bagaimana bentuk, ukuran dan cara sterilisasinya

1.3  Tujuan
1. Untuk  mengetahui macam- macam alat gelas
2. Untuk  mengetahui cara penggunaan dan fungsi alat gelas
3. Untuk  mengetahui bentuk, ukuran dan cara sterilisasinya






















BAB 2. LANDASAN TEORI
Alat – alat gelas merupakan salah satu dari beberapa peralatan laboratorium yang paling sering ditemui. Hampir semua alat – alat dasar laboratorium dari segala disiplin ilmu menggunakan bahan gelas. Kaca yang dijadikan bahan untuk peralatan gelas adalah kaca borosilikat yang dahulu lebih dikenal dengan nama pyrex. Keunggulan kaca ini adalah tahan tegangan termal. Walaupun saat ini sudah ada yang menggunakan bahan plastik, namun penggunaan alat – alat gelas yang terbuat dari kaca masih lebih unggul karena kaca mempunyai sifat inert, transparan, dan yang paling utama adalah tahan panas (Balbach, DKK, 1996).
Pengenalan alat-alat laboratorium penting dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian. Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan prosedur. Sebab pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah agar dapat diketahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, Sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisir sedikit mungkin. Hal ini penting supaya saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula. Data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang (Plummer, 1987).
Alat – alat yang digunakan di dalam laboratorium ada bermacam – macam dan dibedakan berdasarkan jenisnya. Salah satu dari sekian jenis peralatan yang ada dalam laboratorium adalah alat – alat gelas. Peralatan gelas di laboratorium umumnya merujuk pada berbagai peralatan yang terbuat dari kaca (Purba, 2003).








BAB 3. PEMBAHASAN
Dasar Dasar Instrumentasi Peralatan Pertanian mempelajari pengenalan alat-alat berbahan gelas dan alat- alat optic bertujuan untuk mengenal dan mengetahui fungsi alat-alat laboratorium berbahan gelas dan alat optik. Sehingga dengan mengenal dan mengetahui fungsi dari alat-alat tersebut, pengguna akan lebih berhati-hati dalam menggunakan. Pengenalan alat-alat laboratorium penting dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian.
Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan prosedur. Sebab pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah agar dapat diketahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisir sedikit mungkin. Alat- alat gelas (kaca) diantaranya memiliki sifat benin, tahan terhadap zat korosif, tahan panas dank eras tetapi rapuh , logam, plastik, porselen.
1. Desikator
Description: clip_image039                                                                                                       Katup
                                                       
                                                                                           Tutup desikator

                                                                                          Tempat bahan        
                                                                                                                                   
                                                                                         Bahan pengering                                             
Desikator biasa             Desikator vakum
Desikator ini biasanya terdapat di dalam laboratorium yang berfungsi sebagai tempat menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan padatan dan zat-zat dalam laboratorium. Bentuk desikator berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline, bahan pengering yang biasa digunakan adalah silika gel. Cara menggunakannya yaitu dengan membuka tutup desikator dengan menggesernya ke samping, letakkan sampel dan tutup kembali dengan cara yang sama dengan diolesi vaselin untuk merapatkan tutupnya.
Desikator dikenal dua macam yaitu desikator biasa dan desikator vakum, dimana keduanya dibuat dengan bahan dasar kaca dan dengan ukuran yang berbeda. Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang bisa dibuka tutup, yang dihubungkan dengan selang ke pompa, sedangkan desikator biasa tidak terdapat katub.

Description: http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSwZ3_mmSa3OcqG9WQTvxZCPHCVTTK24VnMbHU-N4TrIL7gTYoH2. Exicator                                                                                      
                                    
                                                                                                             Tutup
                                                                                                            Tempat bahan
                                                                                                             saringan
 
                                                                                                           Kapur

Eksikator merupakan alat yang berfungsi untuk pengering bahan untuk menyimpan bahan yang menyerap air, untuk menurunkan kadar air, mendinginkan bahan atau wadah sebelum dilakukan penimbangan, dan menyimpan bahan agar tetap dalam kondisi kering dan untuk mendinginkan krus yang habis dipijarkan atau krus penyaring setelah dikeringkan sampai suhu kering sama dengan suhu kamar. Bentuk alat eksikator berbentuk bulat dengan tutup dan saringan serta kapur didalamnya yang terbuat dari kaca, eksikator memiliki 4 komponen yaitu kapur, saringan, tempat dan tutup. Ukurannya terdiri dari ukuran besar, sedang, dan kecil.
Sebagai bahan pengering biasanya CaO, CaCl2, anhydrous atau asam sulfat pekat, silica gel, fosfor, pentaoksida, dll. Cara penggunaan tutup eksikator pada bibirnya dilapisi dengan vaselin supaya penutupan berlangsung secara rapat sampai kedap udara, waktu membuka penutup harus hati-hati yakni dengan menggeser ke samping dan tidak diangkat, saat sebelum eksikator ditutup harus diberi kesempatan 5-10 detik agar udara di dalam eksikator mengembang serta menjadi panas..
Description: clip_image040.jpg3. Bunsen
                                                                                    Tutup bunsen

                                                                                      Sumbu api

 


                                                                                     Tempat spirtus
Pembakar Bunsen (Bunsen Burner) merupakan salah satu alat yang berfungsi untuk menciptakan kondisi yang steril melalui proses fisika (pembakaran), untuk sterilisasi alat – alat seperti jarum ose atau petridish, untuk menurunkan kadar air, menguapkan air pada preparat, dan untuk menampung bahan bakar seperti spirtus pada proses pembakaran. Berbentuk wadah untuk menampung bahan bakar seperti spirtus pada proses pembakaran. Bunsen yang dibakar akan menghasilkan 4 zona warna yakni dari bawah hitam, merah, kuning, dan biru. Bagian api yang paling cocok untuk memijarkannya adalah bagian api yang berwarna biru (paling panas) karena pada bagian ini sudah terjadi pembakaran yang sempurna. Semakin ke bawah, semakin buruk pembakarannya dan akan menimbulkan jelaga. Pembakar Bunsen (Bunsen Burner)  dapat menggunakan bahan bakar gas atau metanol.
Ukuran biasanya kecil, dan juga tersedia ukuran besar dan sedang. Cara penggunaannya yaitu bunsen diisi biasanya dengan spirtus, kemudian dinyalakan dengan korek api dan bunsen siap digunakan untuk sterilisasi bahan, setelah itu jika selesai menggunaknnya api dapat dimatikan dengan cara menutupkan penutup bunsen pada apinya maka api langsung dapat mati.
Description: 50PTFE.jpgDescription: Description: C:\Users\User\Downloads\spring01.gif4. Buret









Fungsi buret yaitu digunakan untuk meneteskan sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang memerlukan presisi, seperti pada eksperimen titrasi. Bentuk buret yaitu buret memiliki skala dan berbentuk silinder yang memiliki garis ukur dan sumbat keran pada bagian bawahnya. Cara sterilisasinya yaitu sebelum digunakan buret harus dibilas dengan larutan yang akan digunakan.
Cara penggunaan:
-            Mula-mula tutup kran untuk menghindari air menetes saat diisi.
-            Kemudian larutan dimasukkan dari bagian atas menggunakan corong gelas. Jangan mengisi buret dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari mata kita.
-            Turunkan buret dan statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang tumpah dari corong tidak terpercik ke mata. Perhatikan jangan sampai ada gelembung yang tertinggal di bagian bawah buret. Jika sudah tidak ada gelembung, tutup kran.
-            Selanjutnya isi buret hingga melebihi skala nol, lalu buka kran sedikit untuk mengatur cairan agar tepat pada skala nol.
-            Buret siap digunakan dengan membuka kran hingga cairan dari buret menetes, sesuaikan kebutuhan laju tetesan cepat atau lambat dengan mengatur putaran kran.
Ukuran buret antara lain, buret makro (kapasitas 50 ml dan skala terkecilnya 0,10 ml), buret semimikro (volume 25 ml dengan skala terkecil 0,050 ml), buret mikro (volume 10 ml skala terkecilnya 0,020 ml).
5. Batang Pengaduk
Description: pengaduk.jpg                         
Fungsi spatula ini digunakan untuk mengaduk larutan atau bahan kimia yang direaksikan atau dicampurkan di dalam alat gelas hingga menjadi homogen. Batang pengaduk (spatula) terbuat dari kaca tahan panas. Bentuk batang pengaduk (spatula) ini terbuat dari kaca atau gelas berbentuk silinder dengan diameter sekitar 3 – 5 mm. Bagian pegangan yang berbentuk silindris dan pada salah satu ujungnya dipipihkan (mendatar, tidak cekung) dengan bentuk umumnya lingkaran, sehingga menyerupai sendok datar. Spatula ini memiliki dua ukuran yaitu spatula kecil dengan panjang batang silindris 15 cm, dan spatula besar dengan panjang batang silindris sekitar 20 cm. Cara penggunaannya dengan cara memegang bagian ujung batang pengaduk dan langsung mengadukkan ke bahan kimia. Cara sterilisasinya yaitu dengan mencuci atau membilas dengan aquades dan alcohol agar menjadi steril.
6. Botol Reagen


                                                                                       Tutup botol
 


                                                                                       Tempat bahan

Fungsi botol reagen biasanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan larutan bahan kimia, digunakan untuk menyimpan indikator asam basa seperti fenolftalin, dan menyimpan padatan yang mudah bereaksi dengan udara serta biasanya ditambahkan minyak dalam botol ini. Bentuk botol reagen yaitu seperti botol biasanya dengan dilengkapi penutup botol. Botol ini menggunakan bahan dari kaca yang memiliki volum  250 ml sampai 500 ml. Berfungsi untuk tempat menyimpan larutan. Cara penggunaannya yaitu dengan memasukkan bahan kimia berupa cair maupun padat kedalam botol reagen dan kemudian langsung menutupnya dengan tutup botol. Dan cara sterilisasinya yaitu dengan membilas dengan aquades dan alcohol supaya steril.
7. Mortalr dan Stamper

Description: Image 



                                                                                                  Mortalr alu


                                                                                                  Stemper


Fungsi mortar alu dan stamper digunakan untuk menggiling partikel ke dalam bubuk halus (triturasi) atau wadah untuk menghaluskan bahan yang akan digunakan untuk praktikum, serta serta mencampur bahan kimia. Bentuk mortal yaitu seperti penghalus bumbu masak dan stemper berbentuk cekung seperti mangkuk, mortar dan stamper terbuat dari kaca, porselin, wedgwood atau marmer. Strerilisasi dapat dilakukan dengan pemijaran langsung dengan cara menuangkan alkohol 95% di dalam mortar dan stamper. Cara penggunaannya dengan cara mortal digesekkan pada stemper agar bahan menjadi halus. Dan ukurannya yaitu dari ukuran kecil, sedang sampai besar.
Description: http://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/separator_funnel1.jpg?w=289&h=3008. Corong Pemisah (Separato Funnel)
Description: http://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/separator-funnel.jpg?w=154&h=300
 


                                                            Penutup corong
                                                            Tempat cairan                                        
                                                            Statif

                                                             Kran
                                                            Tempat keluarnya larutan

            Corong pemisah berfungsi untuk memisahkan cairan atau pasta dari dua campuran atau lebih yang berbeda berat jenisnya, dan digunakan untuk mengeluarkan cairan ke wadah lain, biasanya sebagai bagian dari proses ekstraksi. Selain itu digunakan dalam ekstraksi cair-cair untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran antara dua fase pelarut dengan densitas berbeda yang tak campur Corong pemisah digunakan ketika kita membutuhkan laju aliran terkendali, tapi tidak mengukur keakuratan buret atau pipette. Tersedia berbagai ukuran corong pemisah diantaranya adalah 250 ml, 500 ml, 1000 ml dan 2000 ml dan antara 50 mL - 3L.
            Cara penggunaannya corong pemisah biasanya ditempatkan pada ring besi yang dipasang pada statif yang digunakan untuk menyokong alat ini kemudian corong pemisah terbuka di bagian atasnya untuk menambahkan cairan dan memungkinkan untuk disambung dengan stopper, gabus, atau konektor. Sisi miring membantu membuatnya lebih mudah untuk membedakan lapisan dalam cairan, aliran cairan dikendalikan dengan keran disisi bawahnya untuk menghentikan batas keluarnya cairan yang diinginkan Dan bentuknya kerucut yang ditutupi setengah bola dan mempunyai penyumbat di atasnya dan keran di bawahnya.
Description: http://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/destilation-flask1.jpg?w=6409. Labu Distilasi
Description: http://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/destilation-flask.jpg?w=640
 











Distilasi berfungsi sebagai unit operasi atau proses pemisahan fisik, dan bukan reaksi kimia. Distilasi adalah metode pemisahan campuran berdasarkan perbedaan volatilitas komponen dalam campuran cairan mendidih.    
Cara penggunaan alat distilasi, yaitu dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil. Jika campuran dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Selain perbedaan titik didih juga perbedaan kevolatilan, yaitu kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas. Dan distilasi ini dilakukan pada tekanan atmosfer, contoh aplikasi distilasi sederhana digunakan untuk memisahkan campuran air dan alkohol.Ukuran kapasitas 125, dilengkapi karet penutup berlubang kira-kira 6 mm.
10. Botol Herbarium
                   Description: herba-basahcrop.jpg
Berfungsi sebagai tempat preparat atau untuk mengawetkan tanaman misalnya daun yang berpenyakit atau tempat untuk menyimpan isolat tanaman yang terserang penyakit dengan bahan kimia tertentu. Memiliki bentuk tabung dengan tutup, terbuat dari bahan kaca baik botol maupun tutupnya. Ukurannya mulai dari ukuran besar, sedang, dan kecil. Cara penggunaanya yaitu dengan cara memasukkan isolate daun yang disimpan atau diawetkan kemudian diberikan senyawa kimia tertentu yangberfungs mengawetkan.
















BAB 4. KESIMPULAN
Dari makalah diatas dapat disimpulkan bahwa:
1.    Dengan mempelajari alat- alat laboratorium khususnya alat gelas maka kita dapat mengetahui fungsi alat tersebut, cara kegunaannya, cara sterilisasinya, dan ukuran yang sesuai dengan kegunaannya masing- masing, serta dapat mengurangi kesalahan prosedur pemakaian.
2.    Alat alat yang ada di laboraturium khususnya alat gelas (kaca) memiliki sifat mudah pecah, bening, tahan terhadap zat korosif, tahan panas dan keras tetapi rapuh , logam, plastik, porselen sehingga harus berhati- hati dalam penggunaannya.
























DAFTAR PUSTAKA
Balbach,M & L.C.Bliss. 1996. A Laboratory manual For Botany. Saunders collage publishing. New York.

Day JR, R.A dan Underwood.A.L. 1986. Analisis Kuantitatif. Erlangga. Jakarta.

Laila, Khusucidah, 2006.  Krelasi Antara Pengetahuan Alat Praktikum dengan Psikomotorik Siswa kelas XII IPA SMAN 11 Semarang Materi pokok. Universitas Negeri semarang. Semarang.

Purba, Michael. 2003. Kimia. Erlangga. Jakarta.




Description: images.jpg








ALAT- ALAT GELAS

TUGAS MAKALAH
DASAR- DASAR INSTRUMENTASI PERALATAN PERTANIAN

     Oleh
Kelompok  2 :

1.      Anshori                 (111510501073)
2.      Viandra Edo         (111510501075)
3.      Iffah                      (111510501083)
4.      Ainul Yaqin           (111510501089)
5.      Dadang Cahyo N (111510501090)
6.      Erliv Safita           (111510501097)
7.      Alvian Afif A        (111510501118)
8.      Rezky Heru A      (111510501122)









JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2013


BAB 1. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
            Di zaman yang modern perkembangan dibidang penelitian sangat pesat, hal tersebut tentunya didukung oleh alat-alat serta teknologi yang telah tercipta khususnya peralatan dalam bidang pertanian (alat gelas, alat optic, dan alat berat pertanian). Salah satu peralatan pertanian termasuk peralatan laboratorium, pengenalan alat-alat laboratorium dilakukan untuk kepentingan keselamatan kerja saat melakukan penelitian. Alat-alat laboratorium (khususnya alat gelas) biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan prosedur. Dengan adanya pengenalan terhadap peralatan laboratorium ini dapat mengurangi kesalahan prosedur pemakaian. Selain itu dapat juga sebagai dasar bagi kita apabila kita nantinya melakukan penelitian sehingga hasil / data yang kita dapatkan benar dan tidak ada kesalahan.
Peralatan laboratorium merupakan peralatan yang biasanya digunakan dalam keadaan steril. Steril adalah suatu keadaan yang bersih dan bebas dari mikrobia yang dapat mengakibatkan gagalnya dari suatu eksperimen. Untuk mengkondisikan suatu alat laboratorium dalam keadaan steril, biasanya dilakukan sterilisasi. Sterilisasi adalah suatu usaha untuk membebaskan bahan-bahan dari mikrobia yang tidak diinginkan. Tujuan  pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium (alat gelas) adalah agar dapat mengetahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, Sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisir sedikit mungkin. Hal ini penting supaya saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula. Data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang.
            Pengenalan alat-alat laboratorium (alat gelas) yaitu bertujuan untuk mengenalkan macam dan jenis dari peralatan yang terdapat dalam laboratorium, penggunaannya serta cara sterilisasinya. Pengenalan peralatan praktikum yang berbahan dari gelas tersebut sangat harus hari- hati dalam menggunakannya dan dalam menggunakan alat gelas harus dalam keadaan steril. Beberapa alat dalam laboratorium yang sering digunakan dalam suatu penelitian memiliki tingkat kekuatan yang berbeda antara lain ialah : ada alat yang mudah pecah dalam pemanasan dan ada pula yang tidak mudah pecah dalam pemanasan, ada alat yang memiliki skala pengukuran yang besar dan ada yang memiliki skla pengukuran yang kecil, hal-hal tersebut sangatlah perlu diketahui karena berpengaruh sangat besar dalam perolehan hasil ahir suatu penelitian. Beberapa kejadian yang fatal yang sering kali terjadi dan mengakibatkan suatu penelitian kurang optimal atau bahkan gagal antara lain yaitu seorang peneliti kurang memahami karakteristik dan fungsi yang tepat tentang alat yang digunakan dalam langkah kerja suatu penelitian yang dilakukan.

1.2  Rumusan Masalah
1. Apa macam- macam alat gelas
2. Bagaimana cara penggunaan dan fungsi alat gelas
3. Bagaimana bentuk, ukuran dan cara sterilisasinya

1.3  Tujuan
1. Untuk  mengetahui macam- macam alat gelas
2. Untuk  mengetahui cara penggunaan dan fungsi alat gelas
3. Untuk  mengetahui bentuk, ukuran dan cara sterilisasinya






















BAB 2. LANDASAN TEORI
Alat – alat gelas merupakan salah satu dari beberapa peralatan laboratorium yang paling sering ditemui. Hampir semua alat – alat dasar laboratorium dari segala disiplin ilmu menggunakan bahan gelas. Kaca yang dijadikan bahan untuk peralatan gelas adalah kaca borosilikat yang dahulu lebih dikenal dengan nama pyrex. Keunggulan kaca ini adalah tahan tegangan termal. Walaupun saat ini sudah ada yang menggunakan bahan plastik, namun penggunaan alat – alat gelas yang terbuat dari kaca masih lebih unggul karena kaca mempunyai sifat inert, transparan, dan yang paling utama adalah tahan panas (Balbach, DKK, 1996).
Pengenalan alat-alat laboratorium penting dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian. Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan prosedur. Sebab pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah agar dapat diketahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, Sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisir sedikit mungkin. Hal ini penting supaya saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula. Data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang (Plummer, 1987).
Alat – alat yang digunakan di dalam laboratorium ada bermacam – macam dan dibedakan berdasarkan jenisnya. Salah satu dari sekian jenis peralatan yang ada dalam laboratorium adalah alat – alat gelas. Peralatan gelas di laboratorium umumnya merujuk pada berbagai peralatan yang terbuat dari kaca (Purba, 2003).








BAB 3. PEMBAHASAN
Dasar Dasar Instrumentasi Peralatan Pertanian mempelajari pengenalan alat-alat berbahan gelas dan alat- alat optic bertujuan untuk mengenal dan mengetahui fungsi alat-alat laboratorium berbahan gelas dan alat optik. Sehingga dengan mengenal dan mengetahui fungsi dari alat-alat tersebut, pengguna akan lebih berhati-hati dalam menggunakan. Pengenalan alat-alat laboratorium penting dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian.
Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan prosedur. Sebab pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah agar dapat diketahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisir sedikit mungkin. Alat- alat gelas (kaca) diantaranya memiliki sifat benin, tahan terhadap zat korosif, tahan panas dank eras tetapi rapuh , logam, plastik, porselen.
1. Desikator
Description: clip_image039                                                                                                       Katup
                                                       
                                                                                           Tutup desikator

                                                                                          Tempat bahan        
                                                                                                                                   
                                                                                         Bahan pengering                                             
Desikator biasa             Desikator vakum
Desikator ini biasanya terdapat di dalam laboratorium yang berfungsi sebagai tempat menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan padatan dan zat-zat dalam laboratorium. Bentuk desikator berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline, bahan pengering yang biasa digunakan adalah silika gel. Cara menggunakannya yaitu dengan membuka tutup desikator dengan menggesernya ke samping, letakkan sampel dan tutup kembali dengan cara yang sama dengan diolesi vaselin untuk merapatkan tutupnya.
Desikator dikenal dua macam yaitu desikator biasa dan desikator vakum, dimana keduanya dibuat dengan bahan dasar kaca dan dengan ukuran yang berbeda. Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang bisa dibuka tutup, yang dihubungkan dengan selang ke pompa, sedangkan desikator biasa tidak terdapat katub.

Description: http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSwZ3_mmSa3OcqG9WQTvxZCPHCVTTK24VnMbHU-N4TrIL7gTYoH2. Exicator                                                                                      
                                    
                                                                                                             Tutup
                                                                                                            Tempat bahan
                                                                                                             saringan
 
                                                                                                           Kapur

Eksikator merupakan alat yang berfungsi untuk pengering bahan untuk menyimpan bahan yang menyerap air, untuk menurunkan kadar air, mendinginkan bahan atau wadah sebelum dilakukan penimbangan, dan menyimpan bahan agar tetap dalam kondisi kering dan untuk mendinginkan krus yang habis dipijarkan atau krus penyaring setelah dikeringkan sampai suhu kering sama dengan suhu kamar. Bentuk alat eksikator berbentuk bulat dengan tutup dan saringan serta kapur didalamnya yang terbuat dari kaca, eksikator memiliki 4 komponen yaitu kapur, saringan, tempat dan tutup. Ukurannya terdiri dari ukuran besar, sedang, dan kecil.
Sebagai bahan pengering biasanya CaO, CaCl2, anhydrous atau asam sulfat pekat, silica gel, fosfor, pentaoksida, dll. Cara penggunaan tutup eksikator pada bibirnya dilapisi dengan vaselin supaya penutupan berlangsung secara rapat sampai kedap udara, waktu membuka penutup harus hati-hati yakni dengan menggeser ke samping dan tidak diangkat, saat sebelum eksikator ditutup harus diberi kesempatan 5-10 detik agar udara di dalam eksikator mengembang serta menjadi panas..
Description: clip_image040.jpg3. Bunsen
                                                                                    Tutup bunsen

                                                                                      Sumbu api

 

                                                                                     Tempat spirtus
Pembakar Bunsen (Bunsen Burner) merupakan salah satu alat yang berfungsi untuk menciptakan kondisi yang steril melalui proses fisika (pembakaran), untuk sterilisasi alat – alat seperti jarum ose atau petridish, untuk menurunkan kadar air, menguapkan air pada preparat, dan untuk menampung bahan bakar seperti spirtus pada proses pembakaran. Berbentuk wadah untuk menampung bahan bakar seperti spirtus pada proses pembakaran. Bunsen yang dibakar akan menghasilkan 4 zona warna yakni dari bawah hitam, merah, kuning, dan biru. Bagian api yang paling cocok untuk memijarkannya adalah bagian api yang berwarna biru (paling panas) karena pada bagian ini sudah terjadi pembakaran yang sempurna. Semakin ke bawah, semakin buruk pembakarannya dan akan menimbulkan jelaga. Pembakar Bunsen (Bunsen Burner)  dapat menggunakan bahan bakar gas atau metanol.
Ukuran biasanya kecil, dan juga tersedia ukuran besar dan sedang. Cara penggunaannya yaitu bunsen diisi biasanya dengan spirtus, kemudian dinyalakan dengan korek api dan bunsen siap digunakan untuk sterilisasi bahan, setelah itu jika selesai menggunaknnya api dapat dimatikan dengan cara menutupkan penutup bunsen pada apinya maka api langsung dapat mati.
Description: 50PTFE.jpgDescription: Description: C:\Users\User\Downloads\spring01.gif4. Buret









Fungsi buret yaitu digunakan untuk meneteskan sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang memerlukan presisi, seperti pada eksperimen titrasi. Bentuk buret yaitu buret memiliki skala dan berbentuk silinder yang memiliki garis ukur dan sumbat keran pada bagian bawahnya. Cara sterilisasinya yaitu sebelum digunakan buret harus dibilas dengan larutan yang akan digunakan.
Cara penggunaan:
-            Mula-mula tutup kran untuk menghindari air menetes saat diisi.
-            Kemudian larutan dimasukkan dari bagian atas menggunakan corong gelas. Jangan mengisi buret dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari mata kita.
-            Turunkan buret dan statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang tumpah dari corong tidak terpercik ke mata. Perhatikan jangan sampai ada gelembung yang tertinggal di bagian bawah buret. Jika sudah tidak ada gelembung, tutup kran.
-            Selanjutnya isi buret hingga melebihi skala nol, lalu buka kran sedikit untuk mengatur cairan agar tepat pada skala nol.
-            Buret siap digunakan dengan membuka kran hingga cairan dari buret menetes, sesuaikan kebutuhan laju tetesan cepat atau lambat dengan mengatur putaran kran.
Ukuran buret antara lain, buret makro (kapasitas 50 ml dan skala terkecilnya 0,10 ml), buret semimikro (volume 25 ml dengan skala terkecil 0,050 ml), buret mikro (volume 10 ml skala terkecilnya 0,020 ml).
5. Batang Pengaduk
Description: pengaduk.jpg                         
Fungsi spatula ini digunakan untuk mengaduk larutan atau bahan kimia yang direaksikan atau dicampurkan di dalam alat gelas hingga menjadi homogen. Batang pengaduk (spatula) terbuat dari kaca tahan panas. Bentuk batang pengaduk (spatula) ini terbuat dari kaca atau gelas berbentuk silinder dengan diameter sekitar 3 – 5 mm. Bagian pegangan yang berbentuk silindris dan pada salah satu ujungnya dipipihkan (mendatar, tidak cekung) dengan bentuk umumnya lingkaran, sehingga menyerupai sendok datar. Spatula ini memiliki dua ukuran yaitu spatula kecil dengan panjang batang silindris 15 cm, dan spatula besar dengan panjang batang silindris sekitar 20 cm. Cara penggunaannya dengan cara memegang bagian ujung batang pengaduk dan langsung mengadukkan ke bahan kimia. Cara sterilisasinya yaitu dengan mencuci atau membilas dengan aquades dan alcohol agar menjadi steril.
6. Botol Reagen


                                                                                       Tutup botol
 

                                                                                       Tempat bahan

Fungsi botol reagen biasanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan larutan bahan kimia, digunakan untuk menyimpan indikator asam basa seperti fenolftalin, dan menyimpan padatan yang mudah bereaksi dengan udara serta biasanya ditambahkan minyak dalam botol ini. Bentuk botol reagen yaitu seperti botol biasanya dengan dilengkapi penutup botol. Botol ini menggunakan bahan dari kaca yang memiliki volum  250 ml sampai 500 ml. Berfungsi untuk tempat menyimpan larutan. Cara penggunaannya yaitu dengan memasukkan bahan kimia berupa cair maupun padat kedalam botol reagen dan kemudian langsung menutupnya dengan tutup botol. Dan cara sterilisasinya yaitu dengan membilas dengan aquades dan alcohol supaya steril.
7. Mortalr dan Stamper

Description: Image 


                                                                                                  Mortalr alu


                                                                                                  Stemper


Fungsi mortar alu dan stamper digunakan untuk menggiling partikel ke dalam bubuk halus (triturasi) atau wadah untuk menghaluskan bahan yang akan digunakan untuk praktikum, serta serta mencampur bahan kimia. Bentuk mortal yaitu seperti penghalus bumbu masak dan stemper berbentuk cekung seperti mangkuk, mortar dan stamper terbuat dari kaca, porselin, wedgwood atau marmer. Strerilisasi dapat dilakukan dengan pemijaran langsung dengan cara menuangkan alkohol 95% di dalam mortar dan stamper. Cara penggunaannya dengan cara mortal digesekkan pada stemper agar bahan menjadi halus. Dan ukurannya yaitu dari ukuran kecil, sedang sampai besar.
Description: http://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/separator_funnel1.jpg?w=289&h=3008. Corong Pemisah (Separato Funnel)
Description: http://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/separator-funnel.jpg?w=154&h=300
 

                                                            Penutup corong
                                                            Tempat cairan                                        
                                                            Statif

                                                             Kran
                                                            Tempat keluarnya larutan

            Corong pemisah berfungsi untuk memisahkan cairan atau pasta dari dua campuran atau lebih yang berbeda berat jenisnya, dan digunakan untuk mengeluarkan cairan ke wadah lain, biasanya sebagai bagian dari proses ekstraksi. Selain itu digunakan dalam ekstraksi cair-cair untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran antara dua fase pelarut dengan densitas berbeda yang tak campur Corong pemisah digunakan ketika kita membutuhkan laju aliran terkendali, tapi tidak mengukur keakuratan buret atau pipette. Tersedia berbagai ukuran corong pemisah diantaranya adalah 250 ml, 500 ml, 1000 ml dan 2000 ml dan antara 50 mL - 3L.
            Cara penggunaannya corong pemisah biasanya ditempatkan pada ring besi yang dipasang pada statif yang digunakan untuk menyokong alat ini kemudian corong pemisah terbuka di bagian atasnya untuk menambahkan cairan dan memungkinkan untuk disambung dengan stopper, gabus, atau konektor. Sisi miring membantu membuatnya lebih mudah untuk membedakan lapisan dalam cairan, aliran cairan dikendalikan dengan keran disisi bawahnya untuk menghentikan batas keluarnya cairan yang diinginkan Dan bentuknya kerucut yang ditutupi setengah bola dan mempunyai penyumbat di atasnya dan keran di bawahnya.
Description: http://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/destilation-flask1.jpg?w=6409. Labu Distilasi
Description: http://smpplklatenscienceclub.files.wordpress.com/2011/12/destilation-flask.jpg?w=640
 










Distilasi berfungsi sebagai unit operasi atau proses pemisahan fisik, dan bukan reaksi kimia. Distilasi adalah metode pemisahan campuran berdasarkan perbedaan volatilitas komponen dalam campuran cairan mendidih.    
Cara penggunaan alat distilasi, yaitu dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil. Jika campuran dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Selain perbedaan titik didih juga perbedaan kevolatilan, yaitu kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas. Dan distilasi ini dilakukan pada tekanan atmosfer, contoh aplikasi distilasi sederhana digunakan untuk memisahkan campuran air dan alkohol.Ukuran kapasitas 125, dilengkapi karet penutup berlubang kira-kira 6 mm.
10. Botol Herbarium
                   Description: herba-basahcrop.jpg
Berfungsi sebagai tempat preparat atau untuk mengawetkan tanaman misalnya daun yang berpenyakit atau tempat untuk menyimpan isolat tanaman yang terserang penyakit dengan bahan kimia tertentu. Memiliki bentuk tabung dengan tutup, terbuat dari bahan kaca baik botol maupun tutupnya. Ukurannya mulai dari ukuran besar, sedang, dan kecil. Cara penggunaanya yaitu dengan cara memasukkan isolate daun yang disimpan atau diawetkan kemudian diberikan senyawa kimia tertentu yangberfungs mengawetkan.
















BAB 4. KESIMPULAN
Dari makalah diatas dapat disimpulkan bahwa:
1.    Dengan mempelajari alat- alat laboratorium khususnya alat gelas maka kita dapat mengetahui fungsi alat tersebut, cara kegunaannya, cara sterilisasinya, dan ukuran yang sesuai dengan kegunaannya masing- masing, serta dapat mengurangi kesalahan prosedur pemakaian.
2.    Alat alat yang ada di laboraturium khususnya alat gelas (kaca) memiliki sifat mudah pecah, bening, tahan terhadap zat korosif, tahan panas dan keras tetapi rapuh , logam, plastik, porselen sehingga harus berhati- hati dalam penggunaannya.
























DAFTAR PUSTAKA
Balbach,M & L.C.Bliss. 1996. A Laboratory manual For Botany. Saunders collage publishing. New York.

Day JR, R.A dan Underwood.A.L. 1986. Analisis Kuantitatif. Erlangga. Jakarta.

Laila, Khusucidah, 2006.  Krelasi Antara Pengetahuan Alat Praktikum dengan Psikomotorik Siswa kelas XII IPA SMAN 11 Semarang Materi pokok. Universitas Negeri semarang. Semarang.

Purba, Michael. 2003. Kimia. Erlangga. Jakarta.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar