Senin, 08 Juli 2013

Merancang Desain Taman Wisata/Rekreasi



BAB 1. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Manusia merupakan mahlukhidup yang dituntut untuk bekerja dan berusaha keras dalam memenuhi barbagai macam keinginannya. Untuk memenihi keinginan dan kebutuhannya tersebut, setiap individu memiliki cara dan proses yang berbeda. Sebagian orang atau kebanyakan dari pendududuk indonesia, melakukan berbagai macam pekerjaan atau aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut, baik berbisnis, menjadi pegawai, menjadi inverstor dan ada juga yang membuat pekejaannya sendiri, misal dokter. Berbagai macam kegiatan menusia tersebut merupakan kegiatan yang dilakuakan oleh individu tersebut untuk memenuhi kebutuhan jasmani saja.
Selain kebutuhan jasmani, manusia juga memiliki kebutuhan lain yang tidak kalah penting yaitu kebutuhan rohani. Kebutuhan rohani terkait dengan kepuasan fikiran dan jiwa seseorang tersebut. Dalam menjalankan aktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia seringkali merasa penat dan stress. Oleh karena itulah diperlukan hiburan atau fasilitas untuk memenuhi kebutuhan rohani, misalnya taman wisata atau rekreasi.
Wisata atau rekreasi merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh kebutuhan jasmani seseorang. Wisata adalah bepergian bersama-sama baik untuk memperluas pengetahuan maupun bersenang-senang. Wisata juga bisa diartikan sebagai piknik, santai, ataupun menikmati keindahan alam. Wisata atau rekreasi berdasarkan waktunya merupakan kegiatan yang dapat dikatakan sebagai aktifitas pengisi waktu luan atau waktu liburan. Wisata dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik mengamati keindahan alam, melakukan aktifitas yang menghibur, ataupun beraktifitas ditempat wahana atau rekeasi, yang sering disebut dengan taman rekreasi atau taman wisata.
Taman wisata atau rekreasi yang baik adalah taman yang sesuai dengan kebutuhaan penikmatnya, serta sesuai dengan tujuan pembuatan atau pelestarian taman tersebut. Taman wisata adalah hutan atau sebuah lokasi dan tempat untuk wisata yang memiliki fasilitas tertentu dan estetika, baik keindahan flora, fauna, maupun alam itu sendiri yang mempunyai corak khas untuk dimanfaatkan untuk kepentingan rekreasi dan kebudayaan. Sedangkan sarana lain atau fungsi dari berwisata itu sendiri adalah sebagai sarana atau sosial dan ekonomi, dimana dari semua atau kompenen juga diharapkan dapat menghibur penikmat atau digunakan sebagai suatu sarana yang menghasilkan jasa atau barang yang digunakan wisatawan.
Agar mampu membuat taman yang baik, khususnya taman wisata yang ideal diperlukan berbagai macam proses dan pengkajian terhadap lokasi serta seperti apa taman yang akan dibuat tersebut. Pada dasarnya ada banyak hal penting yang harus diperhatikan dalam merencanakan atau membuat suatu taman wisata taua rekreasi yakni, dampak perencanaan, lokasi taman, kualitas taman, ukuran, bentuk, warna dan ekpresi abstrak dari taman tersebut. Berbagai macam hal tersebut akan berhubungan dengan keindahan dan kenyamanan taman yang dihasilkan.

1.2  Tujuan
1        untuk memahami dan menginterpresentasikan fungsi taman wisata, beserta komponen-komponen penyusunnya.
2        mahasiswa diharapkan mampu menilai serta memberikan masukan terhadap penyempurnaan dan perbaikan taman wisata yang ada beserta alasan-alasannya, melalui desain ulang salah satu objek praktikum taman wisata dari sudut pandang tertentu


BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian taman secara umum adalah sebuah areal yang mempunyai ruang dalam berbagai kondisi. Kondisi yang dimaksud diantaranya lokasi atau luasan, iklim dan kondisi khusus lainnya seperti tujuan serta fungsi spesifik dari pembangunan taman. Pembangunan suatu taman pada dasarnya menempatkan tanaman sebagai bahan utama penyusun taman. Karena dalam kaitannya dengan perancangan lansekap, tata hijau atau planting design merupakan satu hal pokok yang menjadi dasar dalam pembentukan ruang luar (Najoan, 2011).
Taman wisata adalah hutan wisata yang memiliki keindahan alam, baik keindahan flora, fauna, maupun alam itu sendiri yang mempunyai corak khas untuk dimanfaatkan untuk kepentingan rekreasi dan kebudayaan. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia Wisata adalah bepergian bersama-sama untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dsb. Sedangkan wisata itu sendiri adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata. Sarana wisata adalah sarana sosial ekonomi, yang untuk seluruhnya atau sebagian menghasilkan jasa atau barang yang digunakan wisatawan. Kata wisata berhubungan erat dengan piknik, pariwisata, dll. Untuk sebagian orang, agenda wisata setiap tahunnya telah menjadi sebuah kebutuhan layaknya kebutuhan primer. Dasar dari pandangan ini adalah wisata digunakan sebagai penyeimbang hidup setelah sekian hari berkutat dengan pekerjaan yang memiliki jadwal yang ketat. Sehingga dengan melakukan wisata kana merecharge tubuh dan pikiran mereka menjadi segar kembali sehingga bisa bekerja dengan lebih maksimal lagi setelah itu (Indah, 2012).
            Elemen penyusun taman wisata dan rekreasi antara lain yaitu komponen-komponen yang digunakan untuk menyusun taman sedemikian rupa sehingga tercipta keselarasan dan keindahan yang sesuai. Taman rekreasi dapat tersesun dari berbagai komponen, disebut komponen karena saling keterkaitan dan berpengaruh satu sama lain, dan secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu keras dan lunak. Komponen keras yaitu tampilan penyusun taman yang bersifat keras dan umumnya merupakan benda mati. Sementara, komponen lunak yaitu segala hal sebagai penyusun taman yang bersifat lunak, misalnya mahluk hidup, baik berupa tanaman maupun hewan. Namun, dari porsinya, tanaman sangat mendominasi sebagai elemen lunak penyusun taman (Sarmianto, 2010).
            Agar dapat mendesain taman wisata atau rekreasi yang indah ada banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari tahapan programming sampai pada tahapan rancangan rinci. Dalam tahap pembentukan ruang, komponen pembentuk ruang yang terdiri dari bidang pengalas, bidang pembatas, dan bidang penutup sangat mempengaruhi nilai kualitas, kuantitas, karakteristik, dan psikis ruang yang hendak diperoleh. Hal tersebut diulas dalam buku ini dengan berbagai contoh-contoh (Utomo dan Hakim, 2008).
            Pengkajian atribut taman juga merupakan bagian penting dari suatu proses perancangan suatu taman kampus. Atribut ini dapat menjadi cerminan terkait konsep taman, unsur yang ingin ditonjolkan pada suatu taman serta fungsi taman dan peluang-peluang yang ada. Oleh karena itu, pertimbangan utama dalam menghasilkan atribut adalah berdasarkan optimalisasi fungsi-fungsi taman dan peluang-peluang dalam pengelolaan taman. Dalam pemenuhan tiap-tiap fungsi taman terdapat indikatorindikator yang perlu dipenuhi oleh suatu taman. Dalam menangkap peluang-peluang pengelolaan taman, juga terdapat kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu taman. Indikator dan kriteria inilah yang selanjutnya dapat dikolaborasi dan dikonsep untuk menjadi sebuah taman (Akbar, 2010).                                    
Taman yang baik adalah taman yang di desian dengan kriteria dapat berfungsi secara estetis,hidrologis, klimatologis, protektif maupun sosial budaya. Untuk dapat menbuat desain taman kampus yang ideal, beberapa hal berikut perlu diperhatikan :
a.       Penataan dan komposisi yang tepat dari berbagai jenis vegetasi.
b.      Persyaratan klasifikasi ekologi dan klasifikasi fisik dalam pemilihan jenis.
c.       Oksigenasi dan sirkulasi angin untuk perbaikan udara.
d.      Kombinasi struktur dedaunan.
e.       Penataan dan komposisi dari hard material (Hastuti, 2011).

BAB 3. METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Pertamanan dengan acara Merancang Desain Taman Wisata/Rekreasi ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 7 april 2013

3.2 Alat dan Bahan
1.      Personal Computer (PC) / Laptop/Notebook (dengan program Windows XP, Vista, Microsoft Office 2003/2007, RAM min= 1 GB)
2.      Program Punch! Home Design Architectural Series 18
3.      CDR/CDRW
4.      Printer warna
5.      Kertas HVS/Glossy Photo Paper

3.3 Cara Kerja
1.    Mahasiswa melakukan studi lapang pada salah satu objek taman wisata yang ada dikabupaten Jember atau sekitarnya atau dikota asal mahasiswa ybs.
2.    Mengambil gambar dari berbagai sudut padang tertentu “good view” (dilampirkan dalam laporan).
3.    Menginventarisir semua komponen taman yang ada kedalam daftar  (contoh tabel tersedia).
4.    Menyusun desain taman wisata kedalam bentuk dua dimensi (proyek vertikal) atau tiga dimensi.
5.    Berikan deskripsi dan saran terhadap taman wisata yang saudara kunjungi tersebut dengan sistematika a) tujuan dan metode pembuatannya ; b) komponen taman yang ada, c) hubungan antar komponen, d) konsepsi ruang/zoning/tata letak komponen dan bangunan, e) pola sirkulasi, f) pola drainase dan g) sarana utilitas lainnya.
6.    Hasil deskripsi taman wisata yang telah disusun merupakan bahan diskusi dengan mahasiswa lainnya.
DAFTAR PUSTAKA

Afriani. 2011. Taman Kampus UIN. http//www.uinjkt.ac.id. Diakses pada tanggal 13 maret 2013

Akbar, Roos. 2010. Manajemen Taman Milik Pemerintah Kota Bandung Berbasiskan Pendekatan Manajemen Aset. Teknik Sipil 17(3): 171-180.

Hakim. Utomo. 2008. Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap. Bumi Aksara. Jakarta.

Hastuti, Elis. 2011. Kajian Perencanaan Ruang Terbuka Hijau (Rth) Perumahan Sebagai Bahan Revisi Sni 03-1733-2004. Standardisasi 13(1): 35 – 44.

Indah. 2012. Pengertian Dan Definisi Wisata. http :// indahf.bolgspot.com /Pengertian definisi _wisata_ info2178.html. diakses pada tanggal 11 april 2013.

Najoan, Jemmy. 2011. Evaluasi Penggunaan Tanaman Lansekap Di Taman Kesatuan Bangsa (Tkb) Pusat Kota Manado. Sabua  3(1): 9-18.

Sarmianto.2010. Taman RumahTinggal. http://www.lintasberita.com/Fun/Humor-Hiburan/Taman_Rumah_Tinggal. Diakses pada tanggal 28 februari 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar