Senin, 08 Juli 2013

MERANCANG DESAIN DAN APLIKASI TAMAN KAMPUS


MERANCANG DESAIN DAN APLIKASI TAMAN KAMPUS



BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sistem pendidikan di negara kita saat ini merupakan sistem pandidikan yang tergolong modern. Sehingga dalam pelaksanaan pendidikannya, selain menonjolkan prasarana untuk meningkatkan kwalitas akademik, beberapa aspek lain juga dimunculkan, mulai dari sarana olahraga, taman atau lansekap, sarana sosial, dan sarana aktivitas lain. Berbagai sarana tersebut bisanya dibuat terpisah namun kebanyakan dikumpulkan atau dibuat pada suatu area khusus dalam bentuk taman. Sistem tersebut biasanya diterapkan dibeberapa perguruan itnggi, lokasi area tersebut terletak di sekitar kampus dan merupakan salah satu fasilitas kampus, sehingga lokasi tersebut biasa dikenal dengan sebutan taman kampus.
Pembuatan taman kampus tidak semata berkenaan dengan keindahan saja, namun mencakup nilai guna fungsi dansebagainya. Sehingga dengan adanya taman kampus tersebut, mampu memberikan nuansa yang nyaman, asri,  sejuk, serta memunculkan keistimewaan bagi penikmatnya. Apabila dilihat dari fungsinya taman kampus merupakan salah satu tanman yang dibuat untuk menunjang proses belajar mengajar disamping memberikan keindahan atau estetika.
Agar dapat mendesain taman kampus yang ideal, ada berbagai hal yang harus diperhatikan, mulai dari,  penempatan taman, ukuran, dampak perencanaan, kualitas taman, bentuk, fungsi dan aspek-aspek lain dari pembuatan taman tersebut. Untuk dapat mendesain suatu taman kampus yang ideal, juga diperlukan pemahaman mengenai arsitektur lansekap itu sendiri.
Arsitektural lansekap atau pertamanan adalah salah satu bidang ilmu yang mempelajari tata cara dan aspek-aspek dalam pengaturan ruang dan massa guna didapatkannya suatu lingkungan hidup yang harmonis, baik secara fungsional maupun secara estetika atau keindahan. Sedangkan taman itu sendiri adalah  dalam sebuah areal atau ruang dalam suatu kondisi. Kondisi yang dimaksud diantaranya lokasi atau luasan, iklim dan kondisi khusus lainnya seperti tujuan serta fungsi spesifik dari pembangunan taman. Pada dasarnya taman adalah sebuah tempat yang terencana atau direncanakan dan dibuat oleh manusia, biasanya di luar ruangan, di buat untuk menampilkan keindahan dari berbagai tanaman dan bentuk alami. Pembangunan suatu taman merupakan salah satu seni pengelolaan tanaman atau menempatkan tanaman sebagai bahan utama penyusun taman.
Dalam bahasa inggris taman berasal dari dua suku kata yaitu Gard yang berarti menjaga dan Eden yang berarti kesenangan, jadi taman adalah sebuah tempat yang keberadaannya dapat menjadikan dan menjaga kesenangan seseorang.
            Dalam mendisain taman, khususnya taman kampus diperlukan suatu ketelitian, dan imajinasi yang baik. Mendesain taman kampus merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan keselarasan antar komponen, misal antara tanaman, hiasan taman, lampu, warna dll. Komponen-komponen tersebut harus berada dalam proporsi yang pas, sehingga dapat terjadi perpaduan yang sesuai. Apabila perpaduan tersebut tidak sesuai maka hasil rancangan taman tersebut akan kurang sesuai. Sehingga untuk itu perlu adanya suatu kajian dan pembelajaran untuk menambah keterampilan dalam mendisain taman .

1.2 Tujuan
1.        Untuk memahamai manfaat taman dalam menunjang proses belajar mengajar dan mampu membuat disain bagian dari taman kampus beserta komponen – komponen penyusunnya.
2.        Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan disain yang telah dibuatnya kedalam lokasi kampus.


BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian taman secara umum adalah sebuah areal yang mempunyai ruang dalam berbagai kondisi. Kondisi yang dimaksud diantaranya lokasi atau luasan, iklim dan kondisi khusus lainnya seperti tujuan serta fungsi spesifik dari pembangunan taman. Sedangkan taman rumah tinggal merupakan jenis taman berdasarkan letaknya, yaitu pada sebuah rumah atau beberapa rumah. Pembangunan suatu taman pada dasarnya menempatkan tanaman sebagai bahan utama penyusun taman. Karena dalam kaitannya dengan perancangan lansekap, tata hijau atau planting design merupakan satu hal pokok yang menjadi dasar dalam pembentukan ruang luar (Najoan, 2011).
Dalam mencari ilmu dan melakukan kegiatan belajar mengajar para mahsiswa banyak melakukannyan dikampus atau sekitanya. Oleh karena perlu adanya suatu keindahan diarea kampus, misalnya taman kampus. Taman khusunya taman kampus dapat berfungsi sebagai pengalih pandangan untuk memperkaya fungsi panca indera. Dengan memahami alam, pemikiran kita akan berkembang, dan hasil akhirnya dapat atau bisa mempengaruhi kekayaan karya kita (Permana, 2009).
Taman kampus mempunyai banyak fungsi dan manfaat, selain untuk keindahannya dan penghijauan, ternyata taman bisa dijadikan media pembelajaran. Taman kampus juga dapat dijadikan sebagai tempat belajar maupun mencari inspirasi membuat puisi, lagu, penelitian, karya tulis ilmiah tentang kebun, dan taman. Taman kampus juga dapat dijadikan sebagai kesan utama saat memasuki kampus (Afriani, 2011).
            Elemen penyusun taman kampus antara lain yaitu komponen-komponen yang digunakan untuk menyusun taman sedemikian rupa sehingga tercipta keselarasan dan keindahan yang sesuai. Taman kampus dapat tersesun dari berbagai komponen, disebut komponen karena saling keterkaitan dan berpengaruh satu sama lain, dan secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu keras dan lunak. Komponen keras yaitu tampilan penyusun taman yang bersifat keras dan umumnya merupakan benda mati. Sementara, komponen lunak yaitu segala hal sebagai penyusun taman yang bersifat lunak, misalnya mahluk hidup, baik berupa tanaman maupun hewan. Namun, dari porsinya, tanaman sangat mendominasi sebagai elemen lunak penyusun taman (Sarmianto, 2010).
            Agar dapat mendesain taman kampus yang indah ada banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari tahapan programming sampai pada tahapan rancangan rinci. Dalam tahap pembentukan ruang, komponen pembentuk ruang yang terdiri dari bidang pengalas, bidang pembatas, dan bidang penutup sangat mempengaruhi nilai kualitas, kuantitas, karakteristik, dan psikis ruang yang hendak diperoleh. Hal tersebut diulas dalam buku ini dengan berbagai contoh-contoh (Utomo dan Hakim, 2008).
            Pengkajian atribut taman juga merupakan bagian penting dari suatu proses perancangan suatu taman kampus. Atribut ini dapat menjadi cerminan terkait konsep taman, unsur yang ingin ditonjolkan pada suatu taman serta fungsi taman dan peluang-peluang yang ada. Oleh karena itu, pertimbangan utama dalam menghasilkan atribut adalah berdasarkan optimalisasi fungsi-fungsi taman dan peluang-peluang dalam pengelolaan taman. Dalam pemenuhan tiap-tiap fungsi taman terdapat indikatorindikator yang perlu dipenuhi oleh suatu taman. Dalam menangkap peluang-peluang pengelolaan taman, juga terdapat kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh
suatu taman. Indikator dan kriteria inilah yang selanjutnya dapat dikolaborasi dan dikonsep untuk menjadi sebuah taman (Akbar, 2010).                                     Taman yang baik adalah taman yang di desian dengan kriteria dapat berfungsi secara estetis,hidrologis, klimatologis, protektif maupun sosial budaya. Untuk dapat menbuat desain taman kampus yang ideal, beberapa hal berikut perlu diperhatikan :
a.       Penataan dan komposisi yang tepat dari berbagai jenis vegetasi.
b.      Persyaratan klasifikasi ekologi dan klasifikasi fisik dalam pemilihan jenis.
c.       Oksigenasi dan sirkulasi angin untuk perbaikan udara.
d.      Kombinasi struktur dedaunan.
e.       Penataan dan komposisi dari hard material (Hastuti, 2011).

BAB 3. METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat                     
            Praktikum pertanaman dengan acara Merancang Desain dan Aplikasi Taman Kampus dilaksanakan pada hari sabtu, 16 maret 2013 pukul 13.45 WIB sampai selesai. Bertempat di areal taman kampus Universitas Jember.

3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1.    Personal Computer (PC)/Laptop/Notebook (dengan minimal program Windows XP,Vista Microsoft Office 2003/2007 atau program lainnya)
2.    Camera
3.    Printer warna
4.    Peralatan lapangan (untuk tata taman/berkebun; cangkul,skop,cetok dsj)
5.    Komponen taman (tanaman, tempat duduk semen, dll)

3.2.2 Bahan
1.    Kertas HVS
2.    CDR/CDRW

3.3 Cara Kerja
1.    Menginventarisir semua komponen taman kampus yang ada ke dalam tabel   (contoh tabel tersedia).
2.    Memberikan komentar dan saran terhadap taman kampus yang saudara lihat
3.    Membuat skema taman kampus kedalam bentuk dua demensi (proyeksi vertikal) atau tiga dimensi sesuai lokasi yang sudah ditentukan, tanpa mengurangi atau membuang komponen taman yang sudah ada.
4.    Mengaplikasikan desain taman tersebut sesuai t yang tempat sudah  ditentukan.


BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1  Hasil
Gambar 1. Desain dalam bentuk 2D.
Gambar 2. Desain 3D tampak depan.



Gambar 3. Desain 3D tampak samping
Tabel daftar komponen - komponen penyusun taman
No
Nama Komponen
Fungsi komponen
Keterangan lainnya
1
Bangku taman
Sebagai tempat santai, tempat membaca, serta sebagai tempat melakukan aktifitas lain sambil menikmati keindahan taman, dan juga menjadi sarana sosial bagi mahasiswa.
Terletak di luar pagar jalan pada tepi kanan dan kiri jalan. Berada di bawah pohon agar teduh mengingat panasnya kondisi double way saat ini pada siang hari. Bangku terbuat dari kayu untuk memasukkan unsur alamiah dan menyatu dengan pepohonan sekitarnya.  Bangku yang digunakan memiliki panjang 2 meter dengan jumlah dua unit.
2
Pagar kayu
Sebagai pembatas antara jalan aspal dengan sisi luar jalan atau totoar untuk pejalan kaki. Untuk menambah estetika dan kenyamanan bagi mahasiswa yang berjalan kaki (melewati trotoar) disekitar area double way.
Pagar kayu dibuat dengan spasi serta dengan ukuran yang pendek agar tidak menjadi batas pandangan, dan sirkulasi udara lancar. Pagar ini dibuat dari kayu untuk menonjolkan suasana alamiah dan menyatu dengan pepohonan, serta komponen taman lainnya.
3
Pembatas jalan
Sebagai pembatas antara taman dan jalan aspal
Pembatas jalan terbuat dari hard material dengan bahan semen atau beton.
4
Edging
Sebagai pembatas tanaman dan untuk menonjolkan unsur lingkaran pada pusat taman
Merupakan pagar atau pembatas pendek tang terbuat dari material berbentuk bulat, panjang dan hampir menyerupai potongan batang bambu.
5
Tanaman Crockscrew yellow (Salix matsudana “Tortuosa”)
Berfungsi sebagai tanaman peneduh dan untuk memunculkan kesan keteduhan pada taman dan jalan akses menuju ke kampus, disamping juga memiliki nilai estetika.
Jumlah tanaman jenis ini pada taman atau desain taman adalah 6 pohon dengan usia 20 tahun. Keterangan tanaman tersebut secara lebih lanjut yaitu :
Nama botani : Salix matsudana “Tortuosa”), memiliki daun berwarna hijau, cocok di daerah tanah lempung, proses penyerbukannya pada musim semi.
6
Tanaman fragrance solomon’s seal (Polygonatum odoratum)
Tanaman digunakan untuk menuliskan “universitas jember” pada taman dengan tujuan untuk menambahkan kesan estetis dan elegan pada tulisa tersebut.
Tanaman ini dibuat dengan membentuk tulisan universitas jember dan terletak disisi atas atau menempati tanah yang dibuat lebih tinggi. Tanaman ini memiliki nama botani Polygonatum odoratum, memiliki bunga berwarna putih, cocok ditanah lempung dan tergolong tanaman bunga karena memiliki bunga yang indah.
7
Tanaman Palm (Cycas revoluta)
Sebagai pemberi keindahan pada ke empat sudut taman karena masing-masing terletak pada setiap sudut taman dengan jumlah total 4 tanaman dengan seolah olah membentuk persegi.
Tanaman ini memiliki naman latin Cycas revoluta dengan jumlah lima batang tanaman tiap rumpunnya. Tanaman ini cocok ditanah alkalin dengan temperatur 20-300 F dan memiliki warna multico.
8
Tanaman Homalonema (Homalonema spp.)
Berfungsi untuk memperindah sudut lancip pada lengkukan taman sehingga tidak terjadi kekosongan atau perbedaan corak taman.
Homalonema (Homalonema spp) merupakan tanaman yang melakukan penyerbukan pada musim semi, menyukai tanah alkalin, temperatur 300 F. Pada taman yang dibuat tanaman ini didisain berusia 20 tahun deng jumlah total 2 tanaman.
9
Serbian sepruce (Picea omorica)
Sebagai tanaman pengisi ruang disamping untuk menjadi objek pandangan ketika melewati jalan yang menghubungkan 2 sisi jalan.
Serbian sepruce (Picea omorica) merupakan tanaman yang cocok ditanah kempung. Tanaman ini memiliki tekstur yang baik, memiliki warna daun kekuningan pada ujung daun dan berkembang di daerah tropis pada musim panas.
10
Tanaman American yellow (Cladrastis kentukea)
Sebagai tanaman pengisi ruang dan pengkombinasi, disamping untuk menjadi objek pandangan ketika melewati jalan yang menghubungkan 2 sisi jalan.
Tanaman American yellow (Cladrastis kentukea), memiliki bunga berwarna putih dan merah muda dan menyukai tanah lempung. Tanaman ini memiliki tekstur sedang dengan tipe buah N/A.
11
Tanaman canna
(Canna generalis)
Untuk menjadi objek pandangan ketika melewati jalan yang menghubungkan 2 sisi jalan. Serta ditata dengan ukuran yang pendek agar tidak menghalangi pandangan ketika melewati jalan setapak untuk pejalan kaki.
Canna (Canna generalis) adalah jenis tanaman bunga atau hias dengan bunga berwarna kuning, merah muda dan merah, memiliki tekstur coarse dan cocok ditaman ditanah subur tau sedikit lempung.
12
Tanaman Hydrangea (Hydrangea macrophylla)
Sebagai pembentuk unsur lingkaran pada area tengah taman atau menuju pada pusat atau ikon taman. Tanaman ini terletak pada bagian tengah taman dengan tujuan menjadi pamikat atau memunculkan keindahan taman yang sebenarnya.
Tanaman Hydrangea (Hydrangea macrophylla) memiliki bunga berwarna merah dan cocok ditanam di tanah alkali denga suhu rendah. Mimiliki tekstur N/A dengan kecocokan pada musim panas. Tanaman ini disususn melingkari poros atau tanaman utama atau ikon.
13
Pine black bonsai (Pinus thunbergii)
Tanaman ini berfungsi sebagai tanaman ikon atau pusat dari taman. Dimana merupakan pusat dari beberapa meterial yang menyusun taman tersebut. Mulai dari pusat lingkaran tanaman dan pusat bentuk persegi dari tanaman palm.
Pine black bonsai (Pinus thunbergii) memiliki bunga berwarna multico. Tanaman ini merupakan tanaman yang membutuhkan air yang cahaya yang pas dan sangat sesuai dan cocok ditanah alkalin. Memiliki daun dengan ukuran relatif  kecil dan dapat dibentuk sesuai bentuk cabang tanaman serta keinginan pemakai.
4.2  Pembahasan
Desain taman kampus yang saya buat pada dasarnya merupakan hasil penambahan beberapa komponen yang saat ini masih belum ada pada taman kampus (Double way) Universitas Jember. Desain taman kampus yang saya buat adalah desain yang dibuat dengan harapan dapat memunculkan unsur keindahan dan kenyamanan bagi penggunanya. Disamping itu desain yang saya buat ini juga duharapkan memiliki fungsional yang sesuai, misal cocok untuk jalan atau akses menuju kampus bagi mahasiswa yang ingin berjalan kaki ataupun naik sepeda motor. Dimana dengan desain yang saya buat para mahasiswa tersebut diharapkan  dapat  merasa lebih nyaman melewai jalan tersebut akibat rimbungnya pohon dan munculnya suasanya dingin dan sejuk apabila dibandingkan dengan kondisi saat ini yang identik dengan hawa panasnya saat dilewati pada siang hari. Dari aspek fungsional taman kampus yang saya disain juga diharapkan mampu memberikan manfaat lain misal sebagai sarana olah raga pagi serta aspek aspek lain dengan tidak mengesampingkan keindahan atau estetika.
Komponen-komponen penyusun taman kampus yang digunakan pada dasarnya ada dua yaitu hard meterial dan soft materia.  Komponen-komponen yang ada pada taman antara lain yaitu ;
a.       Pembatas jalan, jalan setapak dan trotoar.
Memiliki fungsi sabagai sarana untuk mempermudah pengguna untuk menggunakan fasilitas taman. Kareana pada dasarnya taman tersebut merupakan taman yang terletak di jalan yang menuju kampus, maka diharapkan komponen-komponen tersebut dapat menjadi sarana untuk menuju kampus, misal trotoar dan jalan berfungsi untuk melindungi dan memberikan jalan khusus bagi mahasiswa yang berjalan kaki, disamping untuk menambahkan sisi keindahan.
b.     Tanaman perdu, tanaman bunga dan tanaman tahunan atau peneduh
            Tanaman perdu, tanaman bunga maupun tanaman peneduh pada dasarnya dipilih untuk memberikan unsur keindahan pada taman, namuan dari pemberian tanaman-tanaman tersebut juga terdapat maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Tanaman perdu digunakan untuk mengisi ruang tertentu pada areal yang kosong agar tercipta proporsi komponen taman yang sesuai. Tanaman bunga dimasukkan dalam taman karena terkait dengan keindahannya serta aroma dan warna bunga serta karakter menarik lain yang dimilikinya sehingga diharapkan dapat memunculkan kesan khusus. Sedangkan tanaman penaung digunakan untuk memunculkan suasana sejuk dan teduh pada taman tersebut. Sehingga dapat menunjang kenyamanan penggunaan fasilitas lain, misal peneduh jalan dll.
            Taman kampus merupakan salah satu bagian dari kampus yang perlu dilestariakan, hal tersebut dikarenakan taman kampus memilki berbagai macam manfaat dan fungsi yang baik, misalnya :
a.       Sebagai salah satu pencitraan kampus, misal Universitas Jember yang terkenal dengan green kampus, sehingga dengan adanya taman tersebut dapat menonjolkan citra tersebut disamping taman kampus juga dapat menjadi pemberi kesan selamat datang bagi para pengunjung tau tamu.
b.      Untuk menjalankan fungsi hidrologis, dengan semakin bertanbahnya gedung kampus maka adanya suatu taman kampus dapat melaksanakan fungsi hidrologis seperti menyerap air dll.
c.       Mempengaruhi psikologis, dan sosial, misal dengan adanya suatu taman yang indah maka akan menjadi tempat berkumpul dan tempat sosial yang baik. Sedangkan aspek psikologis yang dicapai dari sebuah taman antara lain yaitu ketenangan emosiaonal dan menbuka imajinasi baik seni pemikiran dll
             Desain taman yang sesuai untuk lingkungan kampus adalah desain yang memiliki fungsional yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa sebagai penghuni kampus, sekaligus penikmat taman kampus. Misalnya selama ini mahasiswa identik dengan kegiartan sharing dan aktifitas kademiknya, maka taman yang baik adalah taman yang mendukung untuk berlangsungnya aktifitas tersebut. Musal dengan adany fasilitas seperti gazebo, lokasi teduh yang seju dsb. Selain itu taman yang sesuai dilingkungan kampus  juga harus didasarkan pada jenis kegiatan dak kebiasaan kampus tersebut misal adanya fasilitas untuk cmomunity, olah raga sarta kreasi- kreasi mahasiswa laiannya.


BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari praktikum dan hasil yang diperoleh dari praktikum ini, dapat diperoleh beberapa kesimpulan, antar lain yaitu :
1.      Taman kampus dapat menjalankan fungsi hidrologis, estetika maupun menjadi salah satu citra atau memberi kesan tentang kampus tersebut.
2.      Taman kampus yang sesuai adalah taman yang memiliki fungsional serta aspek-aspek yang mendukung bagi kegiatan yang berlangsung dikampus.
3.      Komponen penyusun taman yang baik adalah komponen yang memiliki proporsi yang sesuai dan memiliki nilai lebih disamping untuk estetika, misal sebagai saran penunjang aktifitas, salah satunya menberi kemudahan sekaligus keindahan saat melewati jalan atau akses menuju kampus.

5.2  Saran
Dalam mendisain suatu taman, selain estetika, aspek fungsional dan hidrologi maupun ekologi merupakan beberapa hal yang harus diperhatikan sehingga perlu adanya suatu perencanaan yang matang agar tercipta suatu taman yang indah sesuai dan ideal.
DAFTAR PUSTAKA

Afriani. 2011. Taman Kampus UIN. http//www.uinjkt.ac.id. Diakses pada tanggal 13 maret 2013

Akbar, Roos. 2010. Manajemen Taman Milik Pemerintah Kota Bandung Berbasiskan Pendekatan Manajemen Aset. Teknik Sipil 17(3): 171-180.

Hakim. Utomo. 2008. Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap. Bumi Aksara. Jakarta.

Hastuti, Elis. 2011. Kajian Perencanaan Ruang Terbuka Hijau (Rth) Perumahan Sebagai Bahan Revisi Sni 03-1733-2004. Standardisasi 13(1): 35 – 44.

Najoan, Jemmy. 2011. Evaluasi Penggunaan Tanaman Lansekap Di Taman Kesatuan Bangsa (Tkb) Pusat Kota Manado. Sabua  3(1): 9-18.

Permana, I. 2008. Mencermati Arti Penting Taman. http://properti.gangsir.com. Diakses pada tanggal 1 Maret 2013.

Sarmianto.2010. Taman Rumah Tinggal. http://www.lintasberita.com/Fun/Humor-Hiburan/Taman_Rumah_Tinggal. Diakses pada tanggal 28 februari 2013.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar