Senin, 08 Juli 2013

MACAM-MACAM PENYAKIT PADA BEBERAPA KOMODITAS PERTANIAN (SAYUR DAN BUAH) YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR

1.      Apel
a.        Penyakit embun tepung (Powdery Mildew)
Embun tepung pada apel disebabkan oleh Podoshpaeria leucotricha Salm yang juga disebut sebagai Oidium farinosum Cke.
Gejala: Daun yang sakit parah menggulung, kerdil, keras dan rapuh, diselimuti oleh miselium jamur dan akhirnya rontok.
Jamur berkembang di atas permukaan daun. Infeksi yang tinggi menyebabkan kerontokan daun lebih dini. Buah yang terinfeksi mungkin pecah karena tidak dapat tumbuh normal. Proses pembuahan dapat gagal, bunga mati dan rontok. Pada buah muda jamur membentuk miselium putih. Buah dapat tetap kecil atau bentuknya agak berubah.






Pengendalian: Memotong tunas atau bagian yang sakit dan dibakar, menyemprotka fungisida Nimrod 250 EC 2,5-5 cc/10 liter air (500liter/Ha) atau Afugan 300 EC 0,5-1 cc/liter air (pencegahan) dan 1-1,5 cc/liter air setelah perompesan sampai tunas berumur 4-5 minggu dengan interval 5-7 hari.
b.      Jamur Upas (Cortisium salmonicolor Berk et Br).
Gejala: meliputi 4 stadium, yaitu: (1) Stadium laba-laba: jamur membentuk miselium tipis menyerupai sarang laba-laba dan belum menembus jaringan; (2) Stadium bongkol: miselium jamur mulai membentuk hifa dan menginfeksi kulit; (3) Stadium Cortisium: jamur membentuk kerak berwarna merah jambu dan makin tua berubah warna menjadi lebih muda atau putih. Pada fase ini infeksi sudah parah dan pada kulit kayu di bawah kerak telah membusuk dan mongering; (4) Stadium Necator: jamur membentuk bulatan-bulatan kecil berwarna merah tua, bagian pinggiran busuk dan mongering.
Cara pengendaliannya:
- Secara kultur teknis, dengan membersihkan rumput dan mengurangi kerimbunan tajuk, mengurangi kelembaban kebun, menghilangkan bagian tanaman yang sakit dan lukanya ditutup dengan ter atau obat penutup luka.
- Secara kimia, dengan menyemprotkan/menyaput dengan kapur tohor ditambah fungisida (Copper Sandoz atau Derosal 60 WP setelah perompesan dengan ukuran 2 gram per liter air).

2.      Anggur
a.      Downy Mildew (Jamur)
Disebabkan oleh Jamur Plasmopara viticola. Gejalanya fisik yang kelihatan adalah daun kelihatan kuning, di bagian bawah terlihat ada tepung warna putih-kuning. Daun, bunga maupun tandan muda bisa mati bila terkena penyakit ini terutama saat musim penghujan atau kelembaban yang tinggi.
 Efek dari jamur berbulu halus di atas daun anggur.
Penyakit ini dapat menghambat buah anggur dari pematangan dengan menutup daun dan buah-buahan dengan jamur putih.
b.      Powdery Mildew
Disebabkan oleh oidium spp. dan erishype spp. Gejala Serangan pada daun gejala yang tampak adalah pada per, ukaan atas terdapat tepung berwarna putih yang meluas kemudian berwarna coklat dan selanjutnya daun gugur. Serangan pada buah mula-mula berwarna putih dan bekas serangan menjadi berwarna coklat berkutil atau berkerut-kerut sehingga menyebabkan buah cacat dan bagian yang diserang pada tanaman anggur adalah bagian pucuk, bunga dan buah muda bahkan dapat merusak ranting sehingga jadi kerdil dan rusak. Pengandalian dapat dilakukan dengan cara melakukan pemangkasan atau menguragi kerimbunan sehingga tingkat kelembapan tanaman menurun akibatnya perkambangan jamur sedikit terhambat.

3.      Kapri
a.      Penyakit lapuk tepung
Disebabkan oleh jamur Erysiphe pisi DC. Gejala penyakit ini yaitu muncul bercak-bercak yang dilapisi oleh lapisan tipis bertepung pada permukaan daun, batang, polong dan daun penumpu. Pada infeksi fase yang lebih lanjut cendawan berubah warna menjadi coklat. Serangan penyakit lapuk tepung dapat menyebabkan daun menguning dan gugur.
b.      Busuk bunga dan polong
Disebabkan oleh cendawan Choanephora cucurbitarum Berk et. Rav. Gejala terjadi busuk bunga kuncup (blossom rot), mahkota bunga yang mekar diliputi oleh jamur berwarna hitam dan mengilap seperti logam dan calon buah rontok. Proses pembusukan buah sangat cepat berlangsung antara 1-2 hari.
c.         Antraknose
Disebabkan oleh jamur Colletotrichum lindemuthianum Sass. & Magn. Gejala terjadiserangan pada polong, kotiledon, dan batang yang terdapat luka yang berwarna hitam bergaris tengah 1 cm yang ditutupi oleh masa spora yang berwarna salem. Serangan pada daun menyebabkan vena permukaan bawah daun berubah warna dari hijau ke hitam.

4.      Jeruk
a.      Busuk kering (Fusarium)
Disebabkan oleh cendawan Fusarium sp.
Gejala pada kulit akar yaitu akar menjadi basah dan busuk, kemudian tanaman menjadi layu dan akhirnya mati. Cendawan ini banyak menyerang tanaman yang hidup di dataran rendah, terutama jenis jeruk Siam. Untuk daerah dataran rendah ini jangan menanam jeruk tumpang sari dengan pepaya, sebab ternyata pepaya penyebab berjangkitnya penyakit Fusarium.
Pengendalian hanya dapat dilakukan dengan membenamkan tanah yang akan ditanami harus dibersihkan dan sisa-sisa tanaman (batang, cabang akar, dll), menggali parit sedalam 1k. 1 m dan lebar 0,5 m disekeliling pohon atau tanaman yang sudah terserang, membongkar pohon yang sakit lalu bakar agar tidak menular,bekas lobang pembakaran dibiarkan terbuka dan taburi dengan tepung belerang.
b. Jamur Upas
Disebabkan cendawan catiurn salmonicolor
Gejala yang ditimbulkan antara lain yaitu terdapat cendawan berwarna putih dan merah orange pada batang atau cabang. Kulit batang/cabang menjadi kening dan mati. Penyakit ini timbul pada daerah yang banyak hujan, kelembaban rendah karena banyak pohon pelindung atau menanam dengan jarak tanam yang terlalu dekat sehingga kurang sinar matahari yang masuk.
Pengandalian dapat dilakukan dengan menyemprotkan Darbolineum plantarium 8% bila serangan-serangan ringan, pada serangan yang sudah lanjut dan menyebabkan kematian pada batang/cabang, bagian ini dipotong lalu dibakar, pencegahan dapat silakukan dengan mengatur jarak tanam sesuai dengan lebar tajuk pohon yang sudah besar.

5.      Seledri
a.      Bercak Daun Septoria (Septoria apii)
Disebabkan oleh Septoria apii ( Brosio et Cav.), jamur ini mempunyai konidium berukuran 13,5-34,2 X 1,0-2,5 µm. Piknidium bergaris tengah 65-95 µm, dengan ostiol kurang dari ¼ garis tengah piknidium.
Gejala Pada umumnya terjadi bercak-bercak klorotis, lalu menjadi nekrotis dengan garis tengah. Daerah klorotis makin meluas meliputi sebagian besar dari daun dan di luarnya terdapat titik-titik halus berwarna hitam. Pada tangkai daun penyakit menyebabkan timbulnya becak-becak memanjang, berwarna coklat
b.      Busuk Akar Merah Jambu (Sclerotinia sclerotiorum Lib.)
Penyebab cendawan S. sclerotium.
Gejala yang tampak pada tanaman seledri berupa layu mendadak dan robohnya tanaman di lahan. Jaringan tanaman dekat dengan permukaan tanah mengalami kebusukan sehingga menjadi lunak dan berair. Jaringan akar mengalami perubahan warna menjadi merah jambu dan terdapat fase istirahat cendawan berwarna hitam (sclerotia) serta miselium cendawan berwarna putih yang menutupi permukaan akar tanaman.
Pengendalian penyakit dengan mengairi lahan seledri selama musim panas di Florida terbukti sangat efektif mengendalikan penyakit ini. Pergantian tanaman dengan tanaman yang bukan inang patogen (contoh: jagung) mungkin efektif untuk memutus siklus hidup patogen. Penggunaan fungisida dapat dilakukan untuk pengendalian penyakit dengan cara mengaplikasikannya pada saat awal gejala penyakit muncul di tanaman (Raid dan Kucharek 2006).

6. Buncis
a. Antraknosa
            Gejala awal umumnya pada batang terdapat bercak-bercak jingga atau coklat kemerahan yang memanjang sepanjang sumbu batang. Membesar sedikit demi sedikit dan melekuk. Gejala pada daun kurang menyolok, tulang-tulang daun pada sisi bawah daun berubah warnanya dan dapat berwarna coklat kemerahan sampai hitam, terjadi bercak-bercak kecil yang dalam waktu pendek dapat meluas sehingga mempunyai http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/77/Colletotrichum_lindemuthianum.jpg/240px-Colletotrichum_lindemuthianum.jpggaris tengah 1 cm.






Penyebab penyakit ini adalah jamur Colletotrichum lindemuthianum yang berkembang pada kondisi kelembaban udara 98% atau lebih. Infeksi tidak dapat terjadi pada suhu di atas 27ºC. Akan tetapi pada suhu 17ºC dapat terjadi banyak infeksi.
Penyakit ini dapat dikendalikan dengan menanam benih sehat, apabila terjadi infeksi yang berat pada lahan sebaiknya tidak ditanami buncis selama 2-3 tahun dam dilakukan perbaikan bercocok tanam, seperti menanam tidak terlalu rapat agar kelembaban tidak terlalu tinggi di sekitar tanaman, perbaikan drainasi, dan menanam pada musim kering.
b.      Penyakit embun tepung
Disebabkan oleh cendawan Erysiphe polygoni, famili Erysiphaceae.
Gejala tanaman buncis yang terserang yaitu organ tanaman berwarna putih keabuan. Bila polong yang diserang maka polong tidak gugur, namun meninggalkan bekas berwarna cokelat sehingga kualitasnya menurun.  
Pengendaliandapat dilakukan dengan menghilangkan bagian-bagian yang sudah terserang sebaiknya dipotong atau dibakar serta dapat juga disemprot dengan pstisida organik. Atau dapat juga dilakukan penghembusasn dengan tepung belerang.

7.      Kacang panjang
a.      Penyakit Antraknose
Disebabkan oleh jamur Colletotricum lindemuthianum
Gejala serangan dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah, semacam kankerberwarna coklat pada bagian batang dan keping biji. Pengendalian: dengan rotasitanaman, perlakuan benih sebelum ditanam dengan Natural GLIO dan POC NASA danmembuang rumput-rumput dari sekitar tanaman.
b.      Penyakit Bercak Daun Cescospora sp.
Penyakit ini menimbulkan gejala dengan bercak kuning bulat di bagian daun. Biasanya ada beberapa bercak dalam satu daun. Sama halnya dengan penyakit karat daun, untuk penyakit bercak daun pencegahannya dengan melakukan sanitasi lingkungan dan kontrol saluran drainase. Bagi tanaman yang telah terserang, segera semprotkan fungisida yang efektif dan tepat untuk penyakit ini. Fungisida yang bisa digunakan adalah Score 250 EC dan Anvil 50 SC. Dosis yang digunakan sesuai anjuran yang tertera di labelnya.

8.      Kacang tanah
a.      Bercak Daun
Disebabkan oleh Cercospora personata dan Cercospora arachidicola. C.arachidicola membentuk konidia pada kedua sisi daun meskipun lebih banyak pada sisi atas. Konidifor membentuk rumpun kecil, berwarna coklat kehijauan pucat atau coklat kekuningan. Konidia hampir jernih atau agak coklat kehijauan.
Biasanya penyakit yang disebabkan C.personata menimbulkan gejala yang lebih lambat, disebut late leaf spot. Cendawan membentuk bercak-bercak yang umumnya bulat. Bercak mempunyai halo kuning. Penyakit bercak daun dipengaruhi oleh kelembaban. Dalam cuaca kering penyakit Pada suhu yang lebih rendah diperlukan waktu yang lebih panjang.
Penyakit ini dapat dikendalikan dengan cara pergiliran tanaman lain selain kacang tanah, menghilangkan gulma di sekitar tanaman untuk mengurangi kelembaban udara, jarak tanam diusahakan agak longgar/renggang, 40-50 cm, fungisida yang mengandung tembaga, misalnya bubur Bordeaux 1% atau Perenox (kuprooksida) 0,5% yang disemprotkan 2 minggu sekali.
b.      Penyakit Karat.
Disebabkan cendawan Puccinia arachidis Speg. Dengan gejala pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Daun gugur sebelum waktunya. Sehingga fotosintesis terganggu akibatnya proses perombakan energy dan aktifitas kimia terhambat. Pengendaliandapat dilakukan dengan menggunakan varietas yang resisten, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar. 
9.      Cabe
a.       Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai
Penyebab dari penyakit ini adalah adannya cendawan Colletotrichum capsici. Cendawan ini menyerang bagian buah tanaman cabai. Gejala awal yang dapat dikenali dari serangan penyakit tanaman cabai ini adalah adanya bercak yang agak mengkilap, sedikit terbenam dan berair. Dalam waktu yang tidak lama maka buah akan berubah menjadi coklat kehitaman dan membusuk. Belum ada cara untuk mengembalikan buah yang terkena cendawan in 100%.
b.      Layu Fusarium
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Cendawan tersebut merusak tanaman karena menghasilkan senyawa toksin yang disebut asam fusarat. ada unsur beracun yang dikeluarkan oleh cendawan/jamur tersebut berupa,”zat asam”,oleh karena itu, pemberian pupuk kimia yang cenderung bersifat asam,justru akan meningkatkan terjadinya populasi tanaman yang layu. Pengandalian dapat dilakukan dengan rotasi tanam maupun mengunakan varietas tahan.

10.  Kacang Polong
a.      Layu Fusarium
Disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Cendawan tersebut merusak tanaman karena menghasilkan senyawa toksin yang disebut asam fusarat. ada unsur beracun yang dikeluarkan oleh cendawan/jamur tersebut. Gejala yang ditimbulkan yaitu pada kulit akar yaitu akar menjadi basah dan busuk, kemudian tanaman menjadi layu seakan-akan kekurangan air, sehingga kekuatan tumbuhnya berkurang dan pada akhirnya rebah dan mati.
Pengendalian hanya dapat dilakukan dengan sanitasi, yaitu lahan yang akan ditanami harus dibersihkan dan sisa-sisa tanaman (batang, cabang akar, dll), yang sudah terserang, membongkar pohon yang sakit lalu bakar agar tidak menular,bekas lobang pembakaran dibiarkan terbuka dan taburi dengan tepung belerang.
b.. Antraknosa
Penyebab penyakit ini adalah jamur Colletotrichum lindemuthianum. Gejala awal umumnya pada batang terdapat bercak-bercak jingga atau coklat kemerahan yang memanjang sepanjang sumbu batang hingga melekuk, daun kurang menyolok, tulang-tulang daun pada sisi bawah daun berubah warnanya dan dapat berwarna coklat kemerahan sampai hitam, terjadi bercak-bercak kecil yang dalam waktu pendek dapat meluas sehingga mempunyai garis tengah 1 cm. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan menanam benih sehat, dan sanitasi lingkungan.

REFERENSI :
Semangun, Haryono. 2000. Penyakit-penyakit tanaman hortikultura di Indonesia. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.

http://binaukm.com/2011/05/hama-dan-penyakit-tanamam-apel/. Diakses pada tanggal 10 Februari 2013.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar